Dosen adalah pendidik profesional dengan tugas utama mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan kepada mahasiswa. Namun, ada kecenderungan bagi sebagian dosen yang menjadikan profesinya sebagai lahan untuk memperoleh keuntungan.
Dosen itu juga manusia, dia tentu membutuhkan materi atau uang untuk kehidupan dirinya dan keluarganya. Hanya saja tentu ada batasan-batasanya, jika dia lebih mengutamakan nilai-nilai pragmatis, yaitu mengejar materi ketimbang mengutamakan nilai-nilai ilmu pengetahuan, maka dia telah berkhianat kepada dunia akademisi. Hal seperti ini tentu saja sangat memalukan dan tidak heran ketika saya sebagai mahasiswa menyebutnya sebagai ‘DOSEN GAGAL’.
Dalam ruang lingkup kampus tentunya sebagian besar mahasiswa menginginkan ilmu pengetahuan yang konkrit, mahasiswa tentunya ingin dinilai secara professional oleh dosennya, lalu bagaimana ketika mereka dinilai secara subjektif?? Tentunya susah untuk diterima oleh akal sehat bagi para mahasiswa yang peduli terhadap nilai akademiknya. Namun, salah satu alasan dosen yang menilai mahasiswa tidak secara objektif adalah mereka menjadikan bisnis jual buku sebagai tolok ukur penilaian bagi mahasiswa. DOSEN seperti itulah yang TIDAK LAYAK diperhadapkan dengan mahasiswa pada proses perkuliahan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar