Sabtu, 05 Mei 2012

perempuan dan tulang rusuk

Pekan lalu dalam kajian intensif ada yang menanyakan tentang asal usul perempuan, "apa benar perempuan itu tercipta dari tulang rusuk? soalnya saya pernah dengar kedua rusuk laki2 tidak sama panjang". Pertanyaan yang mengundang kontroversi antara teman teman. Lalu kucoba untuk menjelaskan pemahamanku tentang kalimat tersebut, jika ditanya tentang hal seperti itu saya menjawab ya watak alamiah perempuan memang di ambil dari Tulang rusuk, saya memahaminya sebagai makna simbolik yaitu perempuan memiliki watak alamiah yang bengkok seperti tulang rusuk dan ia berada di dekat hati untuk dilindungi dan ia merupakan bagian daripada laki2, dalam sebuah hadist “Berbuat baiklah kepada wanita, karena sesungguhnya mereka diciptakan dari tulang rusuk, dan sesungguhnya tulang rusuk yang paling bengkok adalah yang paling atas.Maka sikapilah para wanita dengan baik.” (HR al-Bukhari Kitab an-Nikah no 5186). Ini berarti adalah sebuah perintah bagi kaum lelaki untuk menyikapi perempuan dengan baik , lemah lembut dan tidak mendzalimi mereka.
Untuk proses penciptaan perempuan sama halnya seperti laki2 karena perempuan juga adalah manusia,kemudian ketika kita melirik sejarah diciptakannya hawa pada saat itu adam sedang tertidur kemudia setelah terbangun hawa sudah tampak disampingnya dan tidak ada 1pun tulang rusuk adam yang hilang, dijelaskan dalam Al-Qur'an “Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari jiwa yang satu, dan daripadanya Allah menciptakan isterinya; dan daripada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.” (An-Nisa; ayat 1). kemudian proses penciptaan manusia dalam Al-Qur'an "Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Mahasuci Allah, Pencipta yang paling baik." (QS. Al-Mu'minun : 12-14). Jika betul perempuan terbuat dari tulang rusuk maka perempuan bukanlah seorang manusia , karrena dalam Al-Qur'an telah dijelaskan proses penciptaan manusia. Maka dari itu saya menegaskan bahwa esensi perempuan secara fisikal tidak terbuat dari tulang rusuk, tetapi dari tulang rusuklah watak alami perempuan tercerminkan bahwa ia adalah bagian yang tidak terpisahkan dari laki laki, ia adalah perempuan yang hatinya mudah terbawa perasaan(bengkok) dan ia adalah perempuan yang melambangkan putih (kesucian) oleh karena itu mereka diwajibkan untuk menutup aurat meraka lebih banyak dari lelaki karena perempuan memiliki lebih banyak keindahan fisikal dibalik itu. kemudian apabila betul perempuan tercipta dari tulang rusuk maka jumlah laki2 haruslah setara dengan perempuan tapi pada realitasya tidak kemudian mengenai tulang rusuk laki2 yang panjang sebelah itu bukanlah bukti bahwa perempuan telah tercipta dari tulang rusuk laki2 karena meskipun antara kedua tulang rusuk tidak sama panjang tetap tulang rusuk laki2 masih ada keduanya dan kalaupun yang setengahnya dianggap karena terciptanya perempuan maka konteks tersebut harus ditambah menjadi "perempuan tercipta dari sepotong tulang rusuk yang bengkok".Di dalam Al-Qur'an tidak satupun yang mengatakan bahwa perempuan tercipta dan terbuat dari tulang rusuk, tetapi kalimat itu jelas hanya ada di dalam kitab injil perjanjian lama, Sungguh Maha besar Allah menciptakan manusia melalui proses perjalanan yang dimulai dari tanah menuju alam rahim, sungguh miskin Allah ketika menciptakan sosok perempuan dari sebuah tulang yang bengkok, padahal Islam sendiri adalah agama yang sangat memuliakan kedudukan perempuan. maka dari itu sekedar mengingatkan kepada perempuan dan untuk saya sendiri, jangan lupakan bahwa diri kalian sangatlah berharga, jagalah martabat dan harga diri kalian dengan berpegang teguh terhadap iman.



_Nur Ifra Khumaerah_
@ Home sweet home
06 mei 2012 / 10.19 wita

Selasa, 21 Februari 2012

TOLAK DOSEN YANG MENJADIKAN BISNIS JUAL BELI BUKU SEBAGAI TOLOK UKUR PENILAIAN MAHASISWA

Dosen adalah pendidik profesional dengan tugas utama mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan kepada mahasiswa. Namun, ada kecenderungan bagi sebagian dosen yang menjadikan profesinya sebagai lahan untuk memperoleh keuntungan.
Dosen itu juga manusia, dia tentu membutuhkan materi atau uang untuk kehidupan dirinya dan keluarganya. Hanya saja tentu ada batasan-batasanya, jika dia lebih mengutamakan nilai-nilai pragmatis, yaitu mengejar materi ketimbang mengutamakan nilai-nilai ilmu pengetahuan, maka dia telah berkhianat kepada dunia akademisi. Hal seperti ini tentu saja sangat memalukan dan tidak heran ketika saya sebagai mahasiswa menyebutnya sebagai ‘DOSEN GAGAL’.
Dalam ruang lingkup kampus tentunya sebagian besar mahasiswa menginginkan ilmu pengetahuan yang konkrit, mahasiswa tentunya ingin dinilai secara professional oleh dosennya, lalu bagaimana ketika mereka dinilai secara subjektif?? Tentunya susah untuk diterima oleh akal sehat bagi para mahasiswa yang peduli terhadap nilai akademiknya. Namun, salah satu alasan dosen yang menilai mahasiswa tidak secara objektif adalah mereka menjadikan bisnis jual buku sebagai tolok ukur penilaian bagi mahasiswa. DOSEN seperti itulah yang TIDAK LAYAK diperhadapkan dengan mahasiswa pada proses perkuliahan.

Minggu, 23 Oktober 2011

Feminisme

Dalam konteks sejarah, awal mula feminisme berdiri untuk membela kaum perempuan dari ketertindasan serta menuntut penyerataan hak perempuan dan laki-laki dalam segala bidang.Gerakan ini semula lahir sebagai gerakan yang membela kaum perempuan dalam meningkatkan harga diri mereka yang ingin  dinilai sesuai dengan potensinya sebagai manusia tanpa harus memandang gender, namun hal tersebut kemudian mulai disalah artikan, yang semula ingin menaikkan harga diri tapi sebaliknya hanya merendahkan diri mereka.
Tidak sedikit perempuan yang menjadi korban salah kaprah mengenai istilah fiminisme. Ironisnya, Feminisme yang terlahir sebagai cita-cita mulia para perempuan pendahulu yang mereka sebut dengan emansipasi kemudian berubah menjadi kemerosotan harga diri perempuan. Realitas yang ada saat ini di salah satu negara bagian Eropa sebagian besar perempuan merasa bangga dapat menaklukkan 3 sampai beberapa orang lelaki , bahkan hal tersebut dijadikan bahan taruhan bagi mereka, selain itu yang paling menyedihkan virginitas tidak lagi dijadikan sebagai kemuliaan bagi perempuan, namun sebaliknya merreka justru merasa berganti ganti pasangan yang sering dilakukan sebagian laki laki adalah hal yang layak karena ingin menyetarakan segalanya, salah seorang dari mereka menyatakan bahwa virginitas bukanlah suatu ukuran bagi perempuan, sebagian laki laki selalu menuntut keperawanan sedangkan diri mereka bisa saja pelaku seks bebas, maka keperawanan dan keperjakaan seseorang tidak perlu dijadikan perdebatan dalam hubungan. Perempuan dapat melakukan proses sosial yang telah banyak dilakukan oleh kaum lelaki, perempuan dapat merebut kebebasan karena bukan berarti perempuan dinafkahi hidupnya kemudian harus diintimidasi bahkan bergantung hidupnya kepada laki laki yang menafkahinya, perempuan juga dapat mengambil peran dan suara, perempuan juga bisa bebas memilih hidupnya sendiri tetapi bukan berarti dalam hal reproduksi, seks bebas dan sebagainya yang bertentangan dengan norma yang malah hanya menghancurkaan kemuliaan dan harga diri mereka. C.Y Marselina Nope dalam bukunya yang berjudul "jerat kapitalisme atas perempuan" menyatakan "Semangat individualisme yang berkobar kobar dapat menggelincir perempuan ke dalam paradoks, ia akan menggunakan kebebasan dengan sebebas bebasnya hingga tak terasa justru terbelenggu oleh kebebasannya itu; misalnya dengan menghalalkan segala cara untuk meraih kesuksesan meskipun itu termasuk harus mengubah kepribadian dan pandangannya ataupun menyangkal karakter karakter alamiah keluhuran perempuan. Budaya ini kemudian memberi penekanan pada pengejaran kebahagiaan, gaya hidup konsumerisme, kebebasan seksual dan individualisme".

Kerancuan anggapan mengenai “Feminisme” inilah yang perlu dibenahi.Anggapan yang kemudian menggeser tradisi dan budaya timur yang kita banggakan dengan budaya yang baru.
Feminisme sendiri lahir karena adanya budaya patriarki, dimana laki laki adalah segalanya, suara serta gerakan dianggap sah apabila pelakunya adalah kaum laki laki,  perempuan hanyalah kaum lemah yang tidak memiliki potensi, hanya kasur, sumur, dapurlah yang menjadi pekerjaan perempuan dahulu, bahkan perempuan hanya dianggap produk yang menguntungkan bagi laki laki yang hanya bisa mengangguk dan berkata "iya", perempuan tidak memiliki hak bersuara pada saat itu.

Realitas saat ini meskipun istilah "kesetaraan gender" tidak lagi diteriakkan, telah banyak perempuan yang mengambil peran dalam bidang sosial, politik dan ekonomi yang dulunya hanya didominasi oleh kaum laki laki.
Jadi feminisme hari ini sadar atau tidak sebenarnya telah terwujud.

_Nur Ifra Khumaerah_
       23 Okt 2011